Search
Archives

Kesabaran Seorang Ibu

NAMA : INDRI SETYAWANTI

NRP : E14100066

LASKAR : 24

Disuatu desa hiduplah wanita tua yang buta bersama anaknya yang gagah dan memiliki otak yang pintar dan cerdas. Tetapi kecerdasan dan kepandaiannya tidak diimbangi dengan sikap yang santun, justru sebaliknya. Dia begitu angkuh, tidak mau menerima keadaan yang sebenarnya dan malu dengan keadaan ibunya yang buta.

Pada saat disekolah, para wali muridpun mendapat undangan untuk menghadiri pengumuman siswa berprestasi yang mendapat beasiswa pendidikan S2 di Singapore,tetapi pemuda itu justru memilih mengusir ibunya dan menghadiri sendiri acara tersebut. Ibunyapun pergi dengan rasa sedih dan tetap mendo’kan anaknya agar lolos mendapat beasiswa itu. Pada saat detik-detik pengumuman pemuda itupun santai dan tidak merasa iba terhadap ibunya.Dan hasil dari pengumuman itu pemuda itu lolos mendapatkan beasiswa itu.

Pada saat dirumah ia pun segera membereskan peralatan yang harus dibawa di Singapore. Ibunya tanya tidak dijawab,pemuda itu tetap diam dan sibuk mengurusi kebutuhan disana. beberapa jam kemudian pemuda itu telah menyelesaikan persiapan yang harus dibawa, dan dia segera berangkat. Ibunya pun memeluk anaknya dengan erat, tetapi pemuda itu berusaha keluar dari pelukan ibunya. Dia tidak merasa sedih meningalkan rumah yang penuh kenangan bersama ibunya itu. dengan berat hati dan rasa ikhlas ibunya merelakan anaknya untuk pergi menempuh pendidikannya.

Setipa malam ibunya meminta kepada yang Maha Kuasa untuk keselamatan anaknya dan kelancaran dalam menempuh pendidikan. Agar apa yang pemuda cita-cita bisa tercapai.Setiap hari ibu itu melakukan aktivitas sendiri, dengan mata yang buta ibu itu berusaha mandiri untuk dapat bertahan hidup dan dapat melihat anaknya sukses nantinya.Pada saat rindu ibunya selalu mengirim surat tetapi tidak satupun surat yang dijawab oleh pemuda itu.

6 tahun kemudian ibu itu mendapat kabar bahwa anak kebanggaannya telah menjadi orang yang sukses, mempunyai istri, 2 anak juga berhasil menempuh jenjang S2 dengan predikat mahasiswa terbaik. Tidak sabar ibu itu ingin berjumpa dengan anaknya di negeri orang tersebut. Ibu itu pergi ditemani tetangganya. Dengan penuh harapan ibunya mencari tahu dimana anaknya tinggal. Ibu itu tidak menghiraukan jarak yang ditempuh dan biaya yang dikeluarkan. Ibu itu hanya berharap bisa mendengar suara anaknya dan mendengar keramaian cucunya pada saat bermain.

Setelah perjalanan jauh ibu tempuh, ibu itu pun sampai di kota tempat anak kebanggannya yang telah sukses. Lama ibu itu bersama tetangga yang menemani ibu itu untuk mencari rumah ananya itu. Tetapi, buah dari kesabarannya, ibu itu menemukan rumah anaknya. Tatangga ibu itu sangat terkejut dengan rumah anak ibu yang sangat besar dan mewah. Karena ibu itu tidak dapat melihat, ibu itu hanya dengar cerita itu dari tetangganya. Dengan tidak sabar ibu itu masuk ke rumah anak kebanggaanya.

Tiba-tiba ibu terkejut dengan suara tangisan anak-anak. Dan ibu menangis haru karena bisa bertemu dengan cucunya.Tidak beberapa lama keluarlah seorang pemuda yang penuh emosi karena anaknya dibuat menangis ketakutan melihat mata ibu yang aneh. Pemuda itu mengusir ibunya sendiri dengan memanggil pengemis yang buta dan telah membuat anaknya takut. Ibunya terkejut dengan suara anak yang telah sekian lama tidak bertemu. Ibunya senang dapat mendengar suara anaknya, seakan rindu ibu itu dapat sedikit terobati. Tetapi kerinduan yang sedikit hilang itu, tidak mengalahkan rasa kecewa dan rasa sakit hati yang anaknya perbuat karena telah mengusir ibunya sendiri. Ibunya pergi dan sebelum pergi Ibu itu meminta maaf karena telah membuat anaknya takut dan ibu ternya salah alamat rumah.

Ibu itu pergi dengan hati yang terluka, tetapi ibu itu berusaha tegar mnghadapi semua ini. Setelah sampai di kampung halamannya. Tidak bebrapa lama ibu itu sakit dan meninggal. Tidak disangka meninggalnya ibu itu, bertepatan dengan datangnya anak kebanggaanya kekampung halamannya untuk melakukan riset. Sehingga anaknya mendengar berita itu. Tetapi pemuda itu tidak ada penyesalan dan tidak meneteskan air mata sedikitpun. Diapun mendapatkan surat dari ibunya yang dititipkan ke tetangga yang menemani ibu pada saat prgi kerumah anaknya itu. Dan surat itu berisi…

“Anakku yang tercinta, ibu bangga dengan kamu. Maafkan ibu dengan keadaan mata yang menakutkan, membuat takut anak-anak kamu dan mereka menangis.

Ibu hanya ingin bercerita sedikit, ini merupakan rahasia ibu yang tidak diketahui oleh salah 1 orangpun. Sebenarnya dulu waktu ibu melahirkan kamu, ibu melihat matamu tidak normal. Kamu tidak dapat memilihat sama sekali. Ibu tidak tega melihat anak kebanggan ibu tidak dapat melihat indahnya dunia. Dan ibu memutuskan untuk memberikan mata ibu untuk engkau. Dan sekarang selamat anakku enkau telah dapat melihat indahnya dunia sampai ke negeri orang”

Ibumu

Cerita ini memberikan inspirasi saya bahwa kasih sayang seorang ibu tiada batasnya. Ibu tidak pernah minta balasan sedikitpun kepada kita tetapi, setidaknya kita harus mengerti perjuangan ibu seperti apa. Kita tidak bisa seperti ini tanpa do’a dari orang tua. Terutama IBU

Usaha Sendiri

NAMA : INDRI SETYAWANTI

NRP : E14100066

LASKAR : 24

Saya memiliki keinginan kuat untuk menjadi wirausaha yang hasilnya dapat mencukupi kebutuhan saya sekarang. Walaupun orangtua saya mampu memberikan kebutuhan sehari-hari saya, saya memiliki keinginan kuat untuk dapat memetik hasil usaha sendiri.

Walaupun hasil usaha itu tidak sebanding dengan kiriman orang tua perbulan, tapi rasa bagga dapat saya ambil. Awal dari keinginan saya itu saya mencoba mencari tahu usaha apa yang tidak mengganggu pada saat kuliah. Dan saya memutuskan untuk berjualan pulsa. Dan berjualan pulsapun saya telah mendapat izin dari orang tua, jadi saya tidak merasa beban.

Hasilnyapun lumayan. Saya berhasil membayar bimbel sendiri dengan usaha sendiri. Walaupun biaya bimbel tidak sebanding uang kiriman orang tua perbulan, tapi saya sangat senang untuk mengurangi sedikit beban orang tua saya.

Saya berharap pada tahap ke-2 ini, saya juga dapat membiayai dengan hasil jerih payah sendiri. Dan hasil dari jerih payah saya terebut juga sebangding dengan nilai yang saya harapkan agar orang tua saya dapat tersenyum lebar melihat nilai dari anaknya baik. Dan orang tua saya tidak perlu tahu usaha yang saya lakukan untuk memperoleh nilai yang baik, saya mengikuti bimbel dengan biaya sendiri dan jerih payah sendiri. Dan apakah didana saya belajar atau tidak, yang terpenting adalah hasil akhir yang saya kabarkan membuat orang tua saya tersenyum lebar, dan sedikit bangga dengan saya.